Satu Orang Positif Covid-19, Pemkab Bondowoso Gelar Press Conference

27
Kepala Dinas Kesehatan, Mohammad Imron saat menggelar press conference dengan Media

BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Kesehatan, menyatakan 1 orang positif Covid-19, dari Desa Bukor Kecamatan Wringin. Seorang warga yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan tersebut, dinyatakan positif usai mengikuti pelatihan petugas haji di Surabaya yang digelar oleh Kemenag, beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Kesehatan, Mohammad Imron, melalui press conference di aula Dinas Kesehatan sengaja mengundang insan media untuk menyajikan informasi yang benar tentang penderita Covid-19. Dirinya juga mengakui jika ada 1 warga Bondowoso yang positif Corona.

“Rilis ini diadakan dengan maksud agar, info yang didapatkan oleh masyarakat bersumber dari satu pintu. Sehingga tidak banyak informasi, spekulasi, interpretasi yang salah di kalangan masyarakat. Dan kami informasikan, satu warga Bondowoso positif, dan itu telah dirilis oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur,” ungkapnya, Senin (6/4/2020).

Mohammad Imron juga menjelaskan, jika pasien pertama yang positif Covid-19 merupakan salah satu tenaga yang dikirim pemerintah Bondowoso untuk mendampingi pelatihan calon jamaah haji di Surabaya pada 9 Maret 2020 sampai dengan 18 Maret 2020.

Menurutnya, tenaga kesehatan yang dikirim terdiri dari 7 orang. Lima orang diantaranya terdiri dari dokter dan perawat. Sedangkan 2 lainnya adalah pendamping pelatihan calon jamaah haji yang berasal dari Kemenag Bondowoso.

“Dari 7 orang tersebut sudah menjalani rapid test dan hasil rapid test 2 orang dinyatakan positif. Mereka adalah tenaga perawat dan tenaga Kemenag Bondowoso yang berdomisili di Situbondo. Setelah rapid test positif, kemudian dilanjutkan dengan swab test. Untuk tenaga kesehatan (perawat) yang berasal dari Desa Bukor, Kecamatan Wringin hasil swab testnya confirm positif,” jelasnya.

Pasien positif Covid-19 tersebut, lanjutnya, sudah menjalani isolasi mandiri selama 14 hari, sejak datang dari pelatihan dan tidak berhubungan erat dengan keluarga. M Imron menambahkan, pasien hanya menemui petugas puskesmas berjumlah 2 orang yang hari ini akan dilakukan rapid test terhadap mereka.

“Kontak erat pasien positif yakni istri dan 2 anaknya sudah dilakukan rapid test, dan hasilnya adalah negatif. Jadi tidak ada kontaminasi penularan terhadap istri dan 2 anaknya tersebut. Namun demikian akan dilakukan 10 hari lagi rapid test ulang terhadap anggota keluarga tersebut,” terangnya.

Sebelumnya, lanjut Imron, hasil pemeriksaan Litbangkes pasien tersebut terkonfirmasi positif. Dan setelah itu, pasien positif tersebut saat ini kondisinya stabil baik secara fisik, maupun kesehatan dan saat ini sudah mendapatkan perawatan di RSU dr. Koesnadi.

“Nanti ada pemeriksaan swab ulang terhadap pasien tersebut. Untuk konfirmasi lebih lanjut dan jika ada hasil yang negatif, maka pasien akan dipulangkan. Pasien ini termasuk kedalam tipe pasien OTG (Orang Tanpa Gejala), karena kondisinya stabil dan awalnya negatif namun pernah terpapar erat dengan pasien positif,” tukasnya.

Pada press conference tersebut, juga diluruskan mengenai berita-berita yang beredar di masyarakat. Salah satunya adalah berita terkait ayah dari pasien positif Covid-19 yang sudah bersalaman (berjabat tangan) dan telah melakukan sholat jumat di masjid. Selain itu, dr Imron juga meluruskan adanya kepanikan warga yang diinformasikan sampai ada lockdown di Desa Bukor (domisili positif Covid-19)

“Berita itu tidak benar. Karena pasien sudah mengisolasi diri tanpa melakukan kontak sama sekali. Selain itu berita tentang lockdown di Desa Bukor tidak benar karena sampai saat ini belum ada desa manapun di Bondowoso yang menerapkan lockdown dan sangat tidak dimungkinkan jika tingkat desa melakukan lockdown. Yang terjadi adalah desa hanya menerapkan batasan-batasan seperti physical distancing,” bebernya.

Selain itu, Kepala Dinas Kesehatan ini juga menginformasikan bahwa 720 ODP (per tanggal 6 April) dan jumlah tersebut akhir-akhir ini meningkat drastis setelah para santri datang dari pondok-pondok di luar kota. Sampai saat ini masih 83,47 persen ODP yang masih dalam pemantauan dan 16,53 persen yang sudah selesai pemantauan.

“Sampai tanggal 5 April 2020 telah diketahui terdapat 1 PDP. Hasil tes 1 orang PDP tersebut sudah keluar dan sudah dinyatakan sembuh setelah menjalani isolasi mandiri,” tuturnya.

Tak lupa, dr Imron berpesan kepada masyarakat Bondowoso bahwa penyakit ini bukanlah sesuatu untuk dibully dan dikucilkan. Tetangga-tetangga pasien, pintanya, tidak perlu jaga jarak ataupun mengasingkan karena para ODP, PDP, dan pasien positif sudah dalam penanganan medis, sehingga masayarakat diminta untuk lebih mempercayai para tenaga medis.

“Mari kita bantu orang-orang di sekitar kita untuk lebih teredukasi mengenai pentingnya physical distancing serta lebih baik di rumah dan senantiasa menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Dan yang penting adalah hilangkan stigma bahwa jika terkena covid-19 pasti akan mati,” pungkasnya. (rizqi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here