Save Megalitikum, PC PMII Bondowoso Desak Pemkab Tindak Tegas PT Karya Indah Plywood

243
Aksi damai di halaman Pemkab Bondowoso

BONDOWOSO – Pengurus Cabang (PC) Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bondowoso menolak dengan keras perluasan pabrik PT Indah Karya Plywood di Desa Pekauman Kecamatan Grujugan. Pasalnya, perluasan pabrik triplek tersebut merusak cagar budaya situs megalitikum.

Penolakan tersebut dilakukan di depan kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso. Mereka meminta agar perluasan pabrik PT Indah Karya Plywood dihentikan.

Bahkan, PMII Bondowoso menyatakan bahwa pembangunan pabrik tersebut telah menyalahi Perda Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) tahun 2011-2031.

“Kami minta kepada Pemerintah daerah (pemda) untuk tegas dan segera menghentikan pembangunan yang tanpa izin serta merusak cagar budaya di Bondowoso khususnya di Desa Pekauman ini,” ucap Ketua PC PMII Bondowoso, Fathor Rozi, Selasa (21/5/2019).

Pembangunan yang berdampak kepada pemindahan situs megalitikum yang tanpa izin tersebut bahkan telah melakukan pengrusakan, dikatakan Fathor Rozi, telah melanggar Undang-undang cagar budaya nomor 11 tahun 2010 pasal 105.

“Selain melanggar Perda RTRW 2011-2031, juga melanggar undang-undang tentang cagar budaya. Kami minta pemerintah daerah memberikan sanksi tegas kepada PT Indah Karya Plywood ini. Kalau bisa, cabut izin produksinya. Sampai ada kajian dari tim yang memiliki kewenangan ini seperti BPCB Trowulan ataupun TACB Provinsi Jatim,” paparnya.

Lebih lanjut, Fathor Rozi meminta kepada Pemerintah daerah, agar kiranya segera membuat aturan dan regulasi sehingga dapat menindak dengan tegas PT Indah Karya Plywood karena pelanggaran yang telah dilakukan tersebut.

Sementara, Asisten 3 Sekretariat Daerah (Setda), Wawan Setiawan ketika menemui PMII Bondowoso mengatakan bahwa dirinya menerima aspirasi para mahasiswa itu.

“Selanjutnya akan kami sampaikan kepada pimpinan. Ini akan menjadi bahan untuk melakukan kajian sesuai dengan ketentuan pasal perundangan-perundangan. prinsipnya, pembangunan tempat akan merujuk pada peraturan perundangan-undangan yang ada. Kita punya perda RTRW dan perda tentang Cagar Budaya,” pungkasnya.

Seperti diketahui, perluasan pabrik PT Karya Indah Plywood tersebut berdampak pada rusak dan pindahnya beberapa situs megalitikum di Desa Pekauman Kecamatan Grujugan. Kegiatan tersebut mendapat kecaman dari beberapa pihak, baik dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso, BPCB Trowulan Mojokerto dan TACB Provinsi Jatim serta beberapa komunitas pemerhati cagar budaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here