Sekda Bondowoso Mangkir dari Panggilan Pertama, Ini Pesan Wabup Irwan

996
Wakil Bupati H Irwan Bachtiar, saat diikonfirmasi

BONDOWOSO – Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Bondowoso, H Irwan Bachtiar Rahmat meminta Sekretaris Daerah (sekda) Syaifullah, agar mengikuti prosedur hukum yang berlaku, sejak ASN tertinggi ini ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres.

“Sebagai warga negara harus taat hukum dan harus mengikuti prosedur hukum. Ketika ada panggilan untuk pemeriksaan di Polres, ya harus hadir,” tegasnya, Rabu (17/6/2020).

Irwan Bachtiar Rahmat meminta kepada ASN di lingkungan Pemkab tidak terpengaruh atas status atasannya sebagai tersangka.

“Kerja tetap tenang, apa yang harus dikerjakan ya dikerjakan. Jangan sampai menganggu roda pemerintahan,” pesannya.

Kepada Sekda Bondowoso, dirinya pun meminta agar, Syaifullah selalu mengikuti prosedur hukum yang berlaku pasca ditetapkan sebagai tersangka. 

Bahkan, Wabup kelahiran Bondowoso ini meminta agar, status tersangka pada Sekda sebagai ASN tertinggi di lingkungan Pemkab tidak mengganggu kinerja dalam roda pemerintahan.

“Taat pada hukum, ikuti prosedurnya. Jangan mengganggu proses hukum. Itu yang pertama. Kemudian, selama tidak diharuskan mundur dari jabatannya, tetap bekerja sebagaimana mestinya,” imbaunya.

Sebelumnya, pada hari Selasa (16/6/2020), Polres Bondowoso melakukan panggilan pertama kepada Sekda Syaifullah, namun tidak menghadiri panggilan tersebut.

“Kemarin, Satuan Reskrim Polres Bondowoso telah melakukan pemanggilan terhadap Sekda Syaifullah. Namun ada surat kuasa dari kuasa hukumnya, meminta agar panggilan pemeriksaan di jadwal ulang,” jelas Kapolres Bondowoso, Erick Frendriz.

Sementara, kuasa hukum Sekda Bondowoso, Husnus Sidqi membenarkan, bahwa pihaknya telah berkirim surat kepada pihak Kepolisian untuk menjadwal ulang panggilan pemeriksaan terhadap kliennya tersebut.

“Dalam minggu ini, memang klien kami sedang sibuk. Penundaannya kami serahkan kepada pihak Polres Bondowoso, kapan akan dijadwalkan kembali,” jelasnya melalui sambungan teleponnya.

Untuk diketahui, Sekda Bondowoso ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan ancaman pembunuhan terhadap Alun Taufana, mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) pada 2019 silam. (yudis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here