Sekda Sebut Orangtua Jadi Penyebab Tingginya Pernikahan Dini di Bondowoso

295
Sekda Bondowoso, Syaifullah saat dikonfirmasi media

BONDOWOSO – Indikator penyebab tingginya angka pernikahan dini yang terjadi di Kabupaten Bondowoso, salah satunya adalah peran orangtua terhadap anak.

Hal tersebut dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Syaifullah, usai membuka Generasi Terencana (Genre) Religi di Gor Pelita, Senin (4/11/2019).

Menurut Syaifullah, indikator tingginya pernikahan dini adalah kemauan orangtua untuk segera menikahkan anaknya, meski usia anak masih belum waktunya.

“Ada beberapa persentase orangtua yang melihat anaknya sudah cukup, sementara masih belum cukup usia,” ungkapnya kepada media.

Dikatakan Sekda, pihaknya sangat berharap kepada seluruh element masyarakat, khususnya para orangtua agar memahami tentang pentingnya tidak menikahkan anak pada usia dini.

“Oleh karena itu, kita beri pemahaman kepada orangtua dan anak tentang pernikahan dini,” tuturnya.

Sementara, menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PPKB), Nunung Setianingsih mengatakan, upaya Pemkab Bondowoso untuk menekan angka pernikahan dini, selama ini telah dilakukan. Kendati demikian, angka pernikahan dini masih belum bisa turun secara signifikan.

“Sebenarnya, angka pernikahan dini di kabupaten kita turun, namun turunnya tidak drastis,” paparnya.

Upaya yang dilakukan oleh Pemkab Bondowoso, adalah dengan menggandeng para kaum milenial dengan diberi pemahaman untuk tidak menikah sebelum cukup usia.

“Harapan kita, yang penting kita ada upaya untuk menurunkan angka pernikahan dini di Bondowoso dengan cara melibatkan adik-adik melalui media tradisional, media modern dan sebagainya,” pungkasnya.

Seperti diketahui, angka pernikahan dini di Kabupaten Bondowoso menurut catatan Dinas PPKB sekitar 41,6  persen dari total sekitar 3 ribu lebih pernikahan sampai dengan Oktober tahun ini.(yudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here