Semangat Sumpah Pemuda, Irsan Ajak Kaum Milenial Lestarikan Warisan Budaya

89
Muhammad Irsan Marwanda Bachtiar, pemuda Bondowoso yang mengagas saarsehan kebangsaan dengan melibatkan ratusan pemuda dalam melsetarikan warisan budaya dan seni tradisi

BONDOWOSO – Momentum hari sumpah pemuda yang diperintagi setiap tanggal 28 Oktober, menjadi tonggak kesadaran bagi para kaum millenial untuk tetap mempertahankan makna yang terkandung dalam ikrar ‘sumpah pemuda’.

Meski ikrar sumpah pemuda sudah berusia hampir satu abad, tampaknya ikrar tersebut masih tetap berlaku hingga kini. Bahkan, pemuda masa kini memiliki cara-cara unik dalam memperingati hari sumpah pemuda.

Semisal Muhammad Irsan Marwanda Bachtiar, pemuda Bondowoso yang duduk di kursi legislatif ini, yang menggelar sarasehan kebangsaan menjelang perayaan hari sumpah pemuda, di Wisma Wakil Bupati Bondowoso, Minggu (27/10/2019) malam.

Anggota DPRD termuda di Bondowoso ini, sengaja menggelar sarasehan kebangsaan untuk mengajak pemuda millenial agar tetap memegang teguh persatuan dan kesatuan bangsa, serta menjaga kebhinekaan.

“Bukan hanya berikrar satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa, akan tetapi bagaimana generasi millenial, yang saat ini menjadi penopang masa depan bangsa Indonesia bisa juga melestarikan keanekaragaman warisan budaya asli Indonesia. Khususnya budaya dan seni tradisi asli Bondowoso,” ujarnya usai acara.

Putera kedua Irwan Bachtiar Rahmat yang juga Wakil Bupati Bondowoso ini turut prihatin melihat kondisi pemuda millenial yang tergerus oleh perkembangan teknologi internet, hingga lupa mengenali identitas bangsanya yang memiliki ratusan warisan budaya.

“Di jaman sekarang, di mana kemajuan teknologi telah demikian pesat, tak seharusnya kita lalai dengan peninggalan-peninggalan bersejarah tersebut, karena muatan-muatan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia tersimpan di setiap karya-karya itu. Ini adalah tantangan kita bersama,” terang anggota Komisi I DPRD Bondowoso ini.

Irsan juga menekankan, mencintai budaya bangsa sendiri, bukan lantas bisa dikatakan kuno dan ketinggalan jaman. Paradigma ini yang perlu dipegang oleh generasi milenial sekarang ini.

“Justru mencintai kebudayaan bangsa sendiri adalah kekuatan untuk mendobrak budaya asing yang akan masuk di Indonesia. Di samping itu, citra kemandirian bangsa Indonesia akan tampak, jika bangsa Indonesia tetap menjaga kelestarian budayanya,” jelasnya.

Oleh karenanya, moment sarasehan kebangsaan bersama semua delegasi klub motor,organisai pemuda, organisasi sayap partai dan seluruh PAC PDIP se Kabupaten Bondowoso, diharapkan menjadi penyemangat kepada pemuda untuk menjadi garda terdepan dalam melestarikan budaya dan mempromosikan destinasi wisata yang ada di Bondowoso.

“Melalui sarasehan kebangsaan ini, kita memberikan wadah bagi para kaum milenial untuk saling bertukar pikiran, informasi dan marajut tali silaturahmi antara sesama. Tentunya bagaimana kita mengenali budaya asli dan destinasi wisata unggulan di Bondowoso untuk dilestarikan dan dipromosikan,” ungkapnya. (yudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here