Sempat Diadukan ke Polres Bondowoso, Ini Klarifikasi Ketua Arisan Online

Nasiatul Laili: Saya tidak lari dari tanggung jawab

910
Nasiatul Laili ketika menyampaikan klarifikasinya

BONDOWOSO – Menanggapi pemberitaan di bharata.co.id, berjudul ‘Jadi Korban Penipuan Arisan Online, Puluhan IRT Mengadu Ke Polres Bondowoso’, pada Senin (15/4/2019), akhirnya, Nasiatul Laili sebagai pihak teradu memberikan klarifikasi kepada media ini.

Mengklarifikasi apa yang dituduhkan kepada dirinya, Nasiatul Laili menampik aduan dari puluhan ibu rumah tangga, yang menuding dirinya lari dari tanggung jawab. Pasalnya, sejak tanggal 7 Desember 2018 hingga 5 April 2019, wanita berkerudung ini berada di Surabaya, untuk mendampingi anak ketiganya yang tengah menjalani operasi tumor otak.

“Saya tidak lari dari tanggung jawab. Bahkan, melalui pesan Facebook (FB) ataupun Whatsapp (WA), saya selalu mengatakan kepada mereka (korban) bahwa masih berada di Surabaya untuk mendampingi anak yang sedang menjalani operasi,” jelas Nasiatul Laili, Minggu (21/4/2019).

Pihak teradu juga menjelaskan persoalan pemblokiran akun FB para korban, seperti yang disampaikan pihak pengadu dalam pemberitaan sebelumnya. Dirinya berasumsi komentar para korban mengganggu bisnisnya.

“Saya sudah sampaikan kepada mereka, jika ada pertanyaan silahkan melalui pesan di FB bukan melalui kolom komentar. Jika mereka tetap menanyakan melalui kolom komentar, terpaksa saya blokir karena sangat mengganggu. Tapi kalau kontak WA, sampai sekarang saya tidak pernah memblokir mereka,” kata Nasiatul Laili.

Didampingi suami beserta anak perempuannya, Nasiatul Laili bahkan menimpal jika dirinya selama ini tidak mempunyai itikad baik untuk menyelesaikan persoalan arisan online dengan anggotanya. Bahkan, Nasiatul Laili meminta media ini untuk mempertemukan para korban dengan dirinya, secepatnya.

“Saya siap untuk bertemu dan menyelesaikan persoalan ini. Kapanpun dan dimanapun, agar tidak ada pihak yang dirugikan dan semuanya bisa legowo. Dalam waktu dekat ini, kami siap bertemu untuk menyelesaikan hak dan kewajiban masing-masing,” ungkapnya.

Untuk diketahui, dalam pemberitaan sebelumnya, Wiwik Lestari sebagai pihak koordinator korban menjelaskan kronologi kejadian sehingga dirinya dan korban lainnya mengadu kepada Polres Bondowoso. Wiwik menjelaskan bahwa, hingga dirinya dan korban lainnya menyetor sejumlah uang kepada pihak teradu, namun tidak ada kejelasan pembagian uang ataupun barang dari arisan online (arisol) tersebut.

Menurut koordinator korban arisol ini, pihak teradu yang tak lain adalah Nasiatul Laili, bahkan memblokir akun Facebook (FB) maupun kontak Whatsapp (WA) para anggota arisol, ketika menanyakan kejelasan pembagian uang atau barang dari arisol tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here