Setelah 9 Tahun, Diperta Pastikan Flu Burung Muncul Lagi di Bondowoso

88
Cendy Herdiawan Kepala Bidang Kesmavet di Dinas Pertanian dan Peternakan (Diperta) Bondowoso

BONDOWOSO – Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) di Dinas Pertanian dan Peternakan (Diperta) Kabupaten Bondowoso, Cendy Herdiawan memastikan, kasus kematian 74 ekor ayam di Desa Kalianyar Kecamatan Tamanan, Sabtu (18/4/2020) lalu, adalah positif virus flu burung.

“Sudah kita cek dan matinya karena flu burung. Kita hanya bisa mendeteksi dari kasus kematian ayam secara mendadak dan massal, karena ciri flu burung cuma satu, kematian mendadak. Tidak ada lagi,” jelasnya, Senin (20/4/2020).

Dikatakannya, setelah pihaknya mendengar ada kematian hewan ternak jenis unggas secara mendadak dan massal tersebut, langsung dilakukan pemeriksaan melalui Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) di Kecamatan Tamanan.

“Setelah kita kumpulkan informasi dan pemeriksaan ayam yang mati mendadak disertai dengan jengger kebiruan. Lalu kita lakukan rapid tes virus flu burung terhadap beberapa peternakan ayam milik warga setempat. Ada yang negatif dan ada yang positif,” papar Cendy, panggilan akrab dokter hewan di Dipertan Kabupaten Bondowoso ini.

Setelah melakukan rapid tes iru, Dipertan Kabupaten Bondowoso menghimbau masyarakat agar mengandangkan ayamnya serta tidak menjual hewan ternak jenis unggas yang masih tersisa tersebut.

“Kita lakukan penyemprotan disinfektan selama lima hari dan dilakukan setiap hari,” ungkap Cendy.

Bahkan, dikatakan Cendy, pihaknya masih melacak sumber penularan virus flu burung di Kecamatan Tamanan tersebut. Menurutnya, di Bondowoso sendiri, kasus flu burung di desa Kalianyar ini adalah kasus pertama sejak 9 tahun silam.

“Kita lacak sumbernya dari mana, karena kasus flu burung terakhir di Bondowoso terjadi pada tahun 2011,” pungkasnya. (yudis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here