Soal Anggaran Pemulasaraan ODHA, Bappeda : Seharusnya Dinkes Berkoordinasi dengan Dinsos

236
Kabid Sosbud Bappeda Bondowoso, Dewi Rahayu

BONDOWOSO – Masalah kesimpangsiuran besaran anggaran pemulasaraan jenazah pengidap HIV/AIDS atau orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang melekat di Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bondowoso, dijelaskan oleh pihak Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Namun, Kepala Bappeda Kabupaten Bondowoso, Farida menyerahkan kepada Kepala Bidang (Kabid) Sosial dan Budaya (Sosbud) untuk menjelaskan persoalan anggaran pemulasaraan jenazah ODHA itu.

“Untuk masalah itu, tehnisnya yang menangani Bu Dewi,” singkatnya melalui pesan Whatsappnya, Rabu (4/12/2019).

Sementara, Kabid Sosbud Bappeda Bondowoso, Dewi Rahayu mengakui bahwa, pada saat rapat Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) bulan Oktober 2019 lalu, dirinya mengatakan anggaran pemulasaran jenazah ODHA memang benar Rp2,5 juta per orang dan ditargetkan untuk 10 jenazah.

“Sesuai Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) di Dinsos itu memang Rp25 juta untuk tahun 2019. Yang saya ingat, dalam rapat itu saya sampaikan kebutuhan dari biaya pemulasaraan hingga pemakaman, per orang mendapatkan Rp4 juta. Untuk bantuan pemulasaraan itu Rp2,5 juta, sisanya untuk bantuan pemakamannya,” paparnya, Kamis (5/12/2019), di kantornya.

Anggaran bantuan pemulasaran hingga pemakaman yang dialokasikan sebesar Rp4j uta itu, imbuh Dewi sapaan akrabnya, merupakan anggaran yang diusulkan tahun 2020 mendatang.

“Itu usulan tahun 2020 dan masih proses evaluasi di Provinsi. Usulannya sebesar Rp4 juta dan ditargetkan untuk 13 orang. Sekali lagi ini masih draft usulan loh ya,” ungkapnya.

Dikatakan Kabid Sosbud Bappeda ini, seharusnya pihak Dinkes menanyakan langsung kepada Dinsos terkait anggaran pemulasaraan ini.

“Kan seharusnya koordinasi dengan Dinsos yang memiliki DPA. Biar mengetahui besarnya anggaran pemulasaran jenazah ODHA sesuai dengan DPA-nya,” imbuh Dewi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kasi Pencegahan Penyakit Menular (P2M) di Dinkes Kabupaten Bondowoso, Goek Fitri Wulandari menampik pernyataan Dinsos yang menyatakan bahwa anggaran pemulasaraan jenazah ODHA hanya sebesar Rp25 juta setahun. Bahkan, dirinya menganggap Dinsos tidak transparan akan adanya anggaran tersebut.

“Saya mengetahui itu dari Bu Dewi, Bappeda Bondowoso. Beliau mengatakan bahwa ada anggaran untuk pemulasaran jenazah pengidap HIV/AIDS di Dinsos sebesar Rp40juta, dialokasikan untuk 10 orang dan masing-masing mendapatkan bantuan Rp4juta. Selama ini, Dinsos tidak pernah memberitahu dan mengkonfirmasi kami,” pungkasnya, Jumat (29/11/2019) lalu. (yudis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here