Soal Jaminan Kesehatan Perangkat Desa, Komisi IV DPRD : Ini Kelalaian

78
Ketua Komisi IV Fraksi, Ady Kriesna saat memberikan keterangan kepada awak media usai menggelar hearing bersama DPMD

BONDOWOSO – Ketua Komisi IV DPRD Bondowoso, Ady Kriesna mengakui lalai dalam menyusun regulasi tentang jaminan kesehatan bagi para perangkat desa. 

Kelalaian tersebut dituangkan ketika dikonfirmasi media usai hearing bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMB) dan BPJS, di ruang kerja Komisi IV DPRD, Senin (21/6/2021). 

“Kita lalai dalam penyusunan regulasi tentang jaminan kesehatan bagi para perangkat desa, sehingga di APBD awal tidak teranggarkan. Saya sampaikan ini adalah sebuah kelalaian kita dari sisi perencanaan penganggaran,” ungkapnya. 

Tidak hanya itu, Ady menyebut kelalaian tersebut bukan semata-mata dilakukan secara sengaja, akan tetapi dirinya beserta jajaran mengacu pada mekanisme yang sebelumnya, yang seharusnya bisa menyesuaikan secara cepat dan tepat.

“Sementara di tahun ini seperti kita ketahui, SIPD sangat memakan energi yang sangat luar biasa, dan bukan hanya ini, banyak hal-hal lain yang terbengkalai. Jadi kita kira fokus pada solusinya dan menjadi bahan buat kita sebagai perbaikan di masa yang akan datang,” ujarnya. 

Kendati demikian sebagai mitra Pemerintah pihak DPRD telah membuat kebijakan bagi para perangkat desa yang terlanjur menggunakan anggaran pribadi untuk biaya jaminan kesehatan mereka. 

“Untuk itu kami telah membuat gambarannya, untuk memgantisipasinya, kami mohon kepada Desa agar menganggarkan untuk membayarkan preminya terlebih dahulu,” paparnya. 

Ditempat yang sama, Kepala DPMD Bondowoso, Haeriyah Yuliati menegaskan, sebelum kejadian ini terjadi akan membuat solusinya dan telah mensosialisasikan kepada pihak desa dan kecamatan jika akan ada keterlambatan pembayaran BPJS.

“Kita bayar preminya, karena dengan membayarkan preminya biaya yang dikeluarkan tidak akan terlalu besar dibanding membayar biaya berobat. Tapi ya, namanya sekedar solusi atau himbauan dari kami saat ini hanya 19 Desa yang mengikuti himbauan kami,” tukasnya. (yudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here