Soal Raung, Ini Kata Kepala Dinas Pariwisata Bondowoso

540
Gunung Raung (foto : infopendaki.com)

BONDOWOSO – Potensi wisata Gunung Raung yang berdara di tiga batas wilayah Kabupaten Bondowoso, Jember dan Banyuwangi, nampaknya lebih mudah dijangkau melalui Desa Sumberwringin Kecamatan Sumberwringin Kabupaten Bondowoso, ketimbang melalui tempat lain, seperti Kecamatan Songgon Kabupaten Banyuwangi.

Selain menjadi ruter terdekat dan termudah, pintu masuk menuju puncak Raung, menjadi alternatif untuk menikmati beberpaa desatinasi wisata di kaki gunung. Semisal Taman Tirta Agung, Pesanggrahan atau yang akrab dikenal ‘Kamar Bola’ dan aneka warna pohon pelangi yang ada di hutan Bogor.

Bukannya terlupakan dan terkesan ditinggalkan, potensi Gunung Raung ternyata sudah lama mendapat perhatian dari pemerintah setempat. Namun, tanpa menganaktirikan Raung, selama ini pemerintah Kabupaten Bondowoso masih mengalokasikan anggaran untuk peningkatan sarana prasarana objek wisata uggulan, seperti Kawah Wurung dan kawasan wisata lainnya.

Posko Raung di area pesanggrahan sudah ada sejak lama. Bahkan, menurut Harry Patriantono, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bondowoso, Raung sudah sejak lama masuk dalam destinasi wisata Bondowoso. Hal itu, terbukti berdasarkan laporan kunjungan wisatawan yang menginap di Kamar Bola dan pendaki Gunung Raung.

“Jumlah kunjungan di Pesanggrahan tahun 2017 lalu tercatat 268 kunjungan dan sudah tercatat 469 pendaki Gunung Raung. Jadi, kedepan jika memungkinkan dengan jumlah anggaran yang dimiki Disparpora, tentu potensi ini layak dikembangkan dan mendapat perhatian,” ujarnya, Jumat (12/10/2018).

Menelisik upaya kabupaten lain yang selama ini menyelenggarakan event tahunan di kaki Gunung Raung, perihal tersebut disambut positif oleh Pemkab Bondowoso. Pasalnya, dengan event tersebut, Pemkab dan masyarakat Bondowoso bisa segera merencanakan dan menggelar event di kaki Gunung Raung.

“Untuk Bondowoso sendiri, event tersebut sebenarnya sudah diselenggarakan beberapa tahun yang lalu, oleh anak-anak relawan muda Bondowoso dengan membuat sebuah tempat wisata di kaki Gunung Raung, tepatnya Dusun Sepanas. Disana mereka menggelar beberapa kegiatan untuk menarik perhatian wisatawan,” urainya.

Artinya, selama ini masyarakat Bondowoso sudah ada geliat untuk mengembangkan potensi Gunung Raung. Kendati demikian, pemerintah tetap akan memberikan dukungan untuk meningkatkan dan melengkapi sarana prasarananya.

“Kami sama sekali tidak melakukan pembiaran. Akan tetapi kami, selama beberapa tahun  belakangan ini, lebih membenahi sarana prasarana yang masih belum ada di beberapa destinasi wisata yang menjadi andalan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bondowoso,” terangnya.

Sejatinya, wisata minat khusus di Gunung Raung membutuhkan tenaga, skill dan SDM yang memang bergelut dengan pendakian. Dan hal itu, lanjut Harry sudah dimiliki oleh masyarakat sekitar.

“Disana sudah ada pemandu pendakian, dan transporter sudah ada. Tinggal pengembangan wisata di kaki Gunung Raung,” lanjutnya.

Kendati demikian, Harry tidak memungkiri jika untuk wisata minat khusus seperti pendakian Gunung raung, sampai saat ini, Pemerintah Kabupaten Bondowoso belum mempunyai SDM pengelola wisata minat khusus yang bersertifikasi.

“Jadi harus ada SDM yang mempunyai sertifikasi khusus, agar para pendaki bisa merasa aman saat menuju puncak Raung,” bebernya.

Jika melihat geliat kabupaten lain dalam mengekspose, mempromosikan dan mengembangkan destinasi wisata yang begitu tinggi, lagi-lagi Kepala Dinas Pariwisata tetap optimistis bisa melakukan hal yang sama. Bahkan lebih,  meskipun dengan jumlah anggaran yang dinilai minim.

“Kita harus disupport dari anggaran agar mampu mengembangkan sarana prasarana, SDM masyarakat, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan pengembangan destinasi di lereng dan kaki Gunung Raung,” tukasnya.

Bahkan, Harry menilai saat ini yang paling urgent adalah melengkapi sarana dan prasarana di beberapa destinas wisata agar layak kunjung. Oleh karena itu, dirinya terus berupaya melengkapi sarana prasara tersebut.

“Tentunya selain promosi besar-besaran, kita harus bisa mengembangkan SDM masyarakat sekitar dan melengkapi sarana bagi pengunjung,” jelasnya.

Sementara itu, untuk pemetaan batas wilayah gunung yang berada diantara Kabupaten Bondowoso, Jember dan Banyuwangi ini, sampai saat ini yang telah disepakati adalah batas wilayah antara Kabupaten Bondowoso dengan Jember.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Bondowoso, Juni Sukarno di ruang kerjanya, Jumat (12/10/2018).

“Sampai saat ini yang sudah menyepakati batas wilayah Gunung Raung hanya Kabupaten Jember. Untuk Kabupaten Banyuwangi, sampai saat ini kami masih berlum pernah melakukan koordinasi,” pungkasnya. (rizqi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here