Soal Rekaman Ancaman dan Intervensi, Ini Kata Syaifullah

498
Syaifullah, Sekda Bondowoso yang baru dilantik

BONDOWOSO – Syaifullah dilantik dan diambil sumpah jabatannya sebagai pejabat pimpinan tinggi pratama Sekretaris Daerah (Sekda) oleh Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin di Pendopo, Selasa (30/7/2019).

Sehari sebelumnya, beredar suara rekaman percakapan via telepon yang diduga Syaifullah dengan salah satu staff Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bondowoso.

Dalam rekaman tersebut seolah ada intimidasi dari Syaifullah kepada BKD Bondowoso, agar segera dilakukan pelantikan terhadap dirinya sebagai Sekda definitif di Kabupaten Bondowoso.

Namun, ketika dikonfirmasi setelah upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat pimpinan tinggi pratama Sekda Kabupaten Bondowoso ini, Syaifullah memaparkan alasannya kenapa dirinya tersulut emosi saat menelpon hingga dirinya mendatangi kantor BKD setempat itu.

Syaifullah menuding, BKD Kabupaten Bondowoso setengah-setengah dalam melaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dirinya sebagai Sekda definitif.

“Mereka kurang cepat kerjanya. Begini, perintah Bupati adalah melaksanakan pelantikan hari ini pukul 08.00 WIB, ada undangan yang harus disampaikan keluar kota dan itu harus ada ijin dari Gubernur Jawa Timur (Jatim). Tapi sampai pukul 16.00 WIB kemarin, belum ada undangan ini. Jika kerjanya seperti ini, bisa fatal,” paparnya.

Bahkan, Syaifullah mengklaim, bahwa dirinya rela untuk menyampaikan sendiri undangan tersebut ke Bupati dan Sekda Situbondo.

“Lah coba, siapa yang tidak emosi jika semuanya pada diam. Saya tanyakan ke BKD malah dilempar ke Bagian Umum, begitu juga sebaliknya. Kok malah saling lempar, saya pikir tidak benar jika begini dan tidak sehat bila kehidupan seperti ini,” ungkapnya.

Meskipun dalam rekaman percakapan tersebut ada ungkapan intimidasi dan ancaman, Syaifullah menyampaikan, bahwa saat itu dirinya hanya emosi dan marah saja. Menurutnya, takkan ada realisasi apapun seperti ancaman yang diucapkan dalam percakapannya tersebut.

“Jika saya emosi, itu hanya karena saya mencintai teman-teman yang ada di OPD. Medan jihad saya adalah bekerja bukan mengancam,” pungkas Sekda Definitif Kabupaten Bondowoso yang baru ini. (yudis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here