Soal Stunting, Wabup Irwan : Saatnya Action, Jangan Hanya Sebatas Seremonial

29
Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat saat memberikan sambutan dalam rembug stunting di Pendopo Bupati

BONDOWOSO – Ditahun 2020, Wakil Bupati (Wabup) Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat menekankan agar 22 Desa yang menjadi lokasi terfokus (locus) penanganan serta pencegahan stunting atau gizi buruk untuk mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Dirinya menekankan kepada camat agar tidak memberikan rekomendasi kepada Desa, jika tak ada anggaran dari Dana Desa (DD) yang dialokasikan untuk menekan angka stunting di kabupaten yang dikenal sebagai daerah penghasil kopi ini.

“Itu harus dilaksanakan disetiap desa yang menjadi locus penanganan stunting. Jadi, sekarang harus sudah action di lapangan dan tidak terpancang pada kegiatan seremonial saja. Jangan hanya melaksanakan kegiatan formalitas untuk menyerap anggaran,” tegas Wabup kelahiran Bondowoso ini, usai membuka Rembug Stunting di Pendopo Bupati, Senin (16/3/2020).

Sedangkan untuk besaran alokasi anggaran penanganan serta pencegahan stunting itu sendiri disetiap desa, Wabup Irwan tidak menyebut nominal yang pasti. 

“Kita lihat fokus penurunan angka stunting, berapa persen stuntingnya disetiap desa yang terdampak stunting. Itu sudah ada rumus perhitungannya. Locus stunting di Desa ini sudah by name by address, sehingga sasarannya sudah tepat. Jadi DD yang dialokasikan nantinya sudah jelas,” paparnya.

Dalam rencana aksi untuk menekan angka stunting di Kabupaten Bondowoso, dengan tegas Politisi partai moncong putih ini mengatakan, harus ada sinergitas antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sebab menurutnya, akar permasalahan dari stunting adalah kemiskinan.

“Stunting bukan hanya mengenai asupan gizi saja. Melainkan juga, akses seperti infrastuktur yang kurang memadai sehingga menyebabkan kemiskinan. Hal tersebut menjadi akar permasalahan, sehingga daya beli masyarakat berkurang dan akhirnya tidak bisa memenuhi gizi,” pungkas Wabup Irwan.

Untuk diketahui, persentase balita stunting di Kabupaten Bondowoso telah mengalami penurunan. Pasalnya, pada bulan timbang Agustus tahun 2018 berada pada angka 18,80 persen. Sedangkan ditahun 2019 angka stunting turun menjadi 14,59 persen, sehingga mengalami penurunan sekitar 4,21 persen. (yudis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here