Sosialisasikan D3TLH, P3E Jawa : Pembangunan di Bondowoso Harus Perhatikan Lingkungan

187
Kepala Pusat P3EJ, Edi Subagyo (paling kiri) bersama Kepala DLHP dan Asisten 2 saat menggelar sosialisasi D3TLH berbasis jasa lingkungan

BONDOWOSO – Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (P3EJ) Jogjakarta, menyarankan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso agar selalu memperhatikan faktor lingkungan setiap melakukan pembangunan.

Perihal tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat P3EJ, Edi Subagyo dalam sosialisasi D3TLH berbasis jasa lingkungan di aula kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Kabupaten Bondowoso, Rabu (19/6/2019).

“Dibutuhkan perencanaan pembangunan, pemanfaatan sumber daya alam serta pengendalian pembangunan yang berpijak pada daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup (D3TLH),” jelas Edi Subagio saat dikonfirmasi usai acara sosialisasi.

D3TLH sendiri, dikatakan Edi panggilan akrab pria ini, memiliki peran penting dalam merencanakan suatu pembangunan. Dengan begitu, menurutnya, dapat meminimalisir terjadinya dampak negatif dari sebuah pembangunan.

Dirinya mencontohkan kawasan Ijen sebagai penyedia air bagi masyarakat di 3 Kabupaten yang diantaranya Bondowoso, Banyuwangi dan Situbondo. Disamping itu, kawasan Ijen juga sebagai destinasi wisata yang berada pada teritorial kabupaten yang dikenal sebagai daerah penghasil kopi ini.

“Tidak bisa dipungkiri, kawasan Ijen saat ini juga dibangun untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata. Maka dari itu, tadi kami sampaikan analisa-analisa bagaimana mengembangkan destinasi wisata di Ijen sana, dengan tidak mengganggu kawasan tersebut sebagai penyedia air,” papar Edi Subagyo.

Karena itulah, dirinya berharap, pemerintah daerah saat mengambil suatu kebijakan dalam hal pembangunan tidak mengesampingkan faktor lingkungan hidup.

“Kami harapkan kebijakan pembangunan tersebut, juga memperhatikan daya dukung dan daya tampung dari sumber daya alam untuk meminimalisir terjadinya dampak negatif,” pesan Edi.

Sementara, Kepala DLHP Kabupaten Bondowoso, Sudirman mengatakan, bahwa pihaknya mengapresiasi langkah sosialisasi D3TLH yang dilakukan oleh P3EJ ini. 

“Ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan pusat. Bagaimana kedepannya, sumber daya alam, manusia dan pembangunan bisa berjalan dengan seimbang,” pungkasnya.

Untuk diketahui, secara teori daya dukung lingkungan hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia, makhluk hidup lain, dan keseimbangan antar keduanya. Makna daya dukung lingkungan adalah adanya supply (ketersediaan) dari alam dan lingkungan serta adanya demand (kebutuhan) dari manusia dan makhluk hidup lain. Sedangkan tujuan interaksinya adalah tercapainya keseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan. 

sementara, daya tampung lingkungan hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk menyerap zat, energi, dan/atau komponen lain yang masuk atau dimasukkan ke dalamnya. Makna daya tampung lingkungan hidup adalah adanya supply atau kapasitas penampungan atau penyerapan di alam dan lingkungan, serta adanya demand atau hasil produksi dan ekses dari suatu kegiatan. Sedangkan tujuan interaksinya adalah kemampuan alam dan lingkungan untuk menampung atau menetralisir buangan atau ekses dari suatu kegiatan tanpa mengurangi kemampuan alam. (yudis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here