Sulitnya Evakuasi Jenazah Thoriq, Ini Cerita Dantim

170
Dantim pencarian Thoriq dari Wanadri, Eko Wahyu Prasetyo

BONDOWOSO – Pendaki gunung piramid pegunungan Hyang Argopuro yang dinyatakan hilang pada 24 Juni 2019 lalu, Thoriq Riski Maulidan, akhirnya berhasil ditemukan oleh tim SAR Wanadri pada Jumat (5/7/2019), meskipun sudah dalam keadaan meninggal dunia. Sedangkan, proses evakuasi jenazah dilakukan oleh tim gabungan pada keesokan harinya, Sabtu (6/7/2019).

Dikatakan komandan tim (dantim) pencari dari Wanadri, Eko Wahyu Prasetyo, dirinya bersama timnya melakukan penyisiran lokasi yang diduga tempat terjatuhnya survivor di punggung naga bukit Piramid. Menurutnya, daerah tersebut memang tidak pernah atau belum tersentuh oleh tim pencari gabungan sejak hari pertama penyisiran.

“Lokasi yang diduga menjadi tempat terjatuhnya survivor, memang memiliki medan yang terjal. Tempat itu memang belum tersentuh sama sekali waktu penyisiran. Jadi, kita fokus melakukan pencarian disana,” jelasnya di Pendopo Bupati, Senin (8/7/2019), usai diundang mengikuti evaluasi penyelamatan dan jalur pendakian gunung di Bondowoso.

Penemuan survivor pasca hilang selama 12 hari ini, dikatakan Eko, mulai mendapat titik terang setelah dirinya menuruni gunung piramid bagian selatan yang merupakan jurang terjal. Hasilnya, dia mengatakan, sudah ada tanda-tanda awal yang membuat tim dari Wanadri ini semakin optimis menyisir di bagian itu.

“Saya turun dan menemukan tanda-tanda awal, seperti ranting pohon yang patah dan mencurigakan. Setelah turun sekitar kurang lebih 40 meter, saya sudah mulai mencium bau yang menyengat. Kemudian, saya terus menuruni tebing itu, akhirnya saya melihat ada kaki. Saya turuni terus untuk memastikan, dan ternyata benar itu adalah survivor seperti ciri-cirinya,” paparnya.

Proses evakuasi jenazah survivor, diungkapkan Dantim Pencarian dari Wanadri ini, juga memberikan kesan yang tak kalah melelahkan karena lokasi ditemukannya pendaki hilang itu memiliki medan yang sangat curam.

“Proses evakuasinya lumayan memakan waktu lama, karena lokasi ditemukannya jenazah memang sangat sulit. Alhasil, untuk menaikkan target ke punggung naga, kita harus memakai teknik vertikal rescue dan memakan waktu sekitar 4 jam,” pungkasnya. (yudis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here