Tahun 2020, Gerakan Tape Manis Cover Seribu Warga Tidak Mampu

31

BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso telah membentuk Gerakan Tanggap Peduli Masyarakat Miskin (Tape manis) untuk menampung aspirasi masyarakat miskin yang belum tercover bantuan Pemerintah.

Gerakan peduli masyarakat miskin yang dilaunching Bupati Salwa Arifin pada akhir 2019 silam ini, ternyata telah mengcover kurang lebih seribuan warga yang berkategori tidak mampu dan belum pernah tersentuh bantuan dari Pemerintah baik pusat maupun daerah.

“Di tahun 2020 sudah ada sekitar 1.100 orang tidak mampu yang telah ditangani oleh tim Tape Manis dan mayoritas dibidang kesehatan. Kira-kira 80 persen,” papar salah satu fasilitator Gerakan Tape Manis, Yudha, Jumat (8/1/2021).

Namun demikian, dikatakan pria ini, Gerakan Tape Manis juga mengcover warga tidak mampu dalam bidang kesejahteraan sosial dengan memberikan bantuan sembilan bahan pokok (sembako) dan lain-lainnya.

“Untuk daftar penerima, tentunya sudah melalui proses verifikasi serta validasi yang dilakukan oleh tim Tape Manis,” jelasnya lagi.

Dijelaskannya lagi, Gerakan Tape Manis yang berkolaborasi dengan instansi terkait seperti Dinas Kesehatan untuk masyarakat miskin yang membutuhkan di bidang kesehatan, hanya mengcover biaya untuk rawat jalan, rawat inap, operasi serta pasien rujukan.

Maka dari itu, menurut Yudha, Gerakan Tape Manis membutuhkan dukungan dari Program Bondowoso Bersedekah yang belakangan ini mendapatkan sorotan dari berbagai pihak.

“Untuk biaya rawat jalan, rawat inap, operasi ataupun pasien rujukan bisa dicover melalui Gerakan Tape Manis. Tapi, tidak mungkin jika untuk biaya akomodasi seperti transportasi dan biaya makan keluarga pasien yang memang benar-benar berasal dari keluarga tidak mampu ini juga diambilkan dari Gerakan Tape Manis. Maka dari itu, program Bondowoso Bersedekah bisa sangat membantu untuk biaya akomodasi keluarga pasien tersebut,” pungkasnya. (yudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here