Tahun 2020, Stunting di Bondowoso Ditarget Turun Hingga 10 Persen

138
Kepala Dinkes Bondowoso, Dr Mohammad Imron

BONDOWOSO – Angka stunting atau gizi buruk di Kabupaten Bondowoso masih berada diangka 36 persen. Angka tersebut muncul berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018. 

Namun, angka tersebut berbeda dengan angka stunting yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bondowoso melalui kegiatan bulan timbang yang digelar dua kali setiap tahunnya.

“Angka stunting yang didapat dari bulan timbang bulan tahun 2018 berada pada angka 19 persen. Sedangkan, ditahun 2019 mengalami penurunan diangka 16 persen dari jumlah 48ribu balita dibawah usia dua tahun (baduta). Prevalensi itu masih tinggi,” ungkap Kepala Dinkes Kabupaten Bondowoso, Dr Mohammad Imron, usai menggelar rembug stunting di pendopo Bupati, Selasa (9/7/2019).

Lebih lanjut, Dr Imron sapaan akrab pria ini mengatakan, prevalensi dari persentase tersebut, Kabupaten Bondowoso masih berada diurutan ketiga se-Jawa Timur (Jatim).

Namun demikian, pihaknya terus melakukan upaya dalam rangka menekan angka stunting di Kabupaten Bondowoso yang masih berada diurutan ketiga di Jatim ini.

“Dengan rembug stunting ini, kita berupaya menyolidkan seluruh pihak terkait untuk terus menekan angka stunting yang masih terbilang tinggi ini. Salah satunya dengan memaksimalkan peran kader posyandu yang ada. Tentunya, disini kita paparkan keadaan stunting di Kabupaten Bondowoso,” pungkas Dr Imron.

Dengan demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso melalui Dinkes setempat optimis dan tetap menargetkan prevalensi angka stunting  berada diangka 10 persen ditahun 2020. (yudis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here