Tahun Ini, Insentif Guru Ngaji di Bondowoso Dicairkan Non Tunai

12
Bupati KH Salwa Arifin secara simbolis menyerahkan ATM bantuan insentif guru ngaji dalam acara buka puasa bersama dan launching ATM untuk dana insentif guru ngaji, di Pendapa Bupati

BONDOWOSO – Masih di tengah pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), anggaran yang melekat di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso, masih dipangkas untuk refocusing penanganan Covid-19.

Namun demikian, anggaran yang digeser untuk refocusing penanganan Covid-19 tersebut adalah anggaran yang dialokasikan kepada kegiatan yang tidak terlalu prioritas, seperti, kegiatan seremonial serta beberapa pembangunan yang tak terlalu urgent.

Salah satu kegiatan yang dinilai sangat urgent dan mulai dicairkan adalah insentif guru ngaji yang merupakan janji kampanye pasangan Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Bondowoso terpilih, yakni, KH Salwa Arifin dan Irwan Bachtiar Rahmat.

Kali ini, pencairan insentif guru ngaji di Bondowoso disalurkan non tunai. Sebanyak 5.865 guru ngaji tahun ini mendapatkan ATM yang diserahkan langsung oleh Bupati KH Salwa Arifin secara simbolis dalam acara buka puasa bersama dan launching ATM untuk dana insentif guru ngaji, di Pendapa Bupati, Rabu sore (21/4/2021).

KH Salwa Arifin menerangkan, insentif guru ngaji yang disalurkan oleh Pemkab, merupakan bentuk dukungan peningkatan kesejahteraan para guru ngaji di seluruh Kabupaten Bondowoso.

“Ini bentuk sinergitas pemerintah, ulama dan masyarakat dalam menumbuh kembangkan jiwa sosial. Terlebih di bulan yang penuh berkah ini, kita terus menjaga jalinan silaturahim dengan para ulama, guru ngaji dan masyarakat,” ungkap bupati yang juga Pengasuh Ponpes Mambaul Ulum ini.

Guru ngaji di Kabupaten Bondowoso, kata Bupati Salwa sebanyak 5.865 orang yang tersebar di 23 kecamatan. Jumlah ini meningkat, karena di tahun 2020 jumlah guru ngaji yang mendapatkan insentif sebanyak 5.621. Penyaluran melalui ATM ini serentak dilakukan pada tanggal 24 April 2021 di masing-masing kecamatan.

“Tahun ini akan mendapatkan bantuan atau insentif dari pemerintah sebesar Rp1,5 juta per orang, dan Insyaallah akan meningkat tahun depan dan semoga bisa mencapai Rp1.750.000,” ungkapnya.

Dalam pemberian bantuan pada guru ngaji tersebut, Bupati Salwa berharap, bisa meningkatkan kinerja dan kesejahteraan pendidik dalam meningkatkan pemyelenggaraan pendidikan terutama di bidang keagamaan

“Laksanakanlah dengan tertib, tepat sasaran serta bisa dipertanggung jawabkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” pungkasnya. (rzq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here