Tak Libatkan Wabup, Sinung Sudrajad : Mutasi Kali Ini, Sarat Kepentingan

11
Sinung Sudrajat politis PDIP saat dikonfirmasi

BONDOWOSO – Tak hanya Inspektorat, Wakil Bupati (Wabup) Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat juga tak pernah dilibatkan dalam proses mutasi 192 Pejabat Eselon III dan IV.

Hal tersebut diungkapkan oleh Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Bondowoso, Sinung Sudrajad. Menurutnya, mutasi ASN yang digelar beberapa waktu lalu itu mengabaikan etika birokrasi serta tidak sesuai peraturan perundang-undangan.

“Harusnya Wabup dilibatkan dalam koordinasi, setidaknya ada pemberitahuan dan dimintai saran atau pendapat. Masak ada mutasi sementara Wabup tidak diberi tahu,” jelas pria yang menduduki jabatan sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bondowoso ini, Senin (30/9/2019).

Dirinya menyayangkan atas carut marutnya mutasi yang dilakukan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Bondowoso ini. Menurut Sinung, mutasi pejabat eselon III dan IV dari rumpun Pendidikan sebaiknya dilakukan pada saat pasca ujian semester atau di tahun ajaran baru.

“Bukan dipersimpangan jalan seperti ini, jelas sistem belajar-mengajar akan terganggu,” tegasnya.

Parahnya lagi, dikatakan Sekretaris DPC PDI-P Bondowoso ini, mutasi yang dilakukan kali ini sarat akan kepentingan. Karena, imbuhnya, bukan hanya Wabup yang tidak dilibatkan dalam proses mutasi itu, tetapi juga mengabaikan wewenang Inspektorat serta Assisten I Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat.

“Masak yang terlibat dalam proses mutasi ini hanya Sekretaris Daerah (Sekda) dan BKD saja?. Dengan begitu, ini terkesan sarat akan kepentingan,” pungkas Sinung Sudrajad. (yudis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here