Tak setor LHKPN dan LHKASN, TPP ASN di Bondowoso Hanya Ditunda

44
Ilustrasi (foto : istimewa)

BONDOWOSO – Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Bondowoso yang telah melaporkan Laporan Harta Kekayaan Aparatur Sipil Negara (LHKASN), terus meningkat.

Hal tersebut dikatakan oleh Plt Kepala Inspektorat Kabupaten Bondowoso, Farida. Menurutnya, jumlah ASN yang wajib melaporkan LHKASN hingga saat ini sebanyak 6.831 orang.

“Setiap hari mengalami peningkatan. Perhari ini, dari total ASN wajib LHKASN sudah ada 6.750 orang yang melaporkan. Jadi, masih ada 81 ASN yang belum. Masih ada waktu hingga 31 Maret 2020,” ungkapnya, melalui pesan Whatsappnya, Rabu (4/3/2020).

Sementara, Kepala Bagian (Kabag) Organisasi Sekretariat Daerah (Setda), Slamet Yantoko menjelaskan, ASN yang wajib LHKPN dan LHKASN yang belum atau tidak menyetorkan hingga waktu yang ditentukan akan mendapat sanksi.

“Sanksinya, Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) ditunda pembayarannya,” ungkap mantan Kasatpol PP ini.

Namun demikian, dikatakan Slamet panggilan akrab pria ini, sanksi tersebut hanya berlaku sampai ASN yang tidak menyetorkan LHKASN ataupun LHKPN-nya hingga batas waktu yang ditentukan, telah memenuhi kewajibannya.

“Ditunda pembayaran TPP-nya sampai yang bersangkutan memenuhi kewajibannya. Tidak ada sanksi lainnya, tidak ada pemotongan.” pungkasnya.

Sementara, dari keterangan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Bondowoso, jumlah pejabat pemerintah yang wajib Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) sebanyak 156 orang. Namun, hingga saat ini masih ada sekitar 106 pejabat yang menyetorkan LHKPN. (yudis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here