Tanam Pisang Cavendish, Pemkab Bondowoso Siapkan Lahan 300 Hektare

6
Bupati Bondowoso Drs KH Salwa Arifin saat penandatanganan kerjasama dengan perusahaan yang sudah sering ekspor pisang tersebut. Yakni PT Nusantara Segar Abadi (NSA), di Pendopo

BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso melalui Dinas Pertanian (Diperta) telah menyiapkan demplot atau lahan percontohan seluas 1,8 Hektare (Ha) untuk penanaman perdana Pisang Cavendish.

“Kita pusatkan di Desa Maskuning Kulon Kecamatan Pujer, ” jelas Plt Kepala Diperta Kabupaten Bondowoso, Hendri Widotono, Selasa (24/2/2021), di Pendopo Bupati usai penandatanganan MoU dengan PT Nusantara Segar Abadi (NSA).

Bahkan, dirinya juga menjelaskan lokasi lahan atau demplot dipersiapkan tersebut diletakkan di Desa Maskuning Kulon karena hasil survey yang cocok untuk penanaman pisang berorientasi ekspor ini, yakni, di ketinggian 400 meter diatas permukaan laut (mdpl).

“Artinya bukan tanah sawah, kan ini tanaman hortikultura. Juga agar tanaman pangan tidak tergeser,” jelas Hendri sapaan akrab Sekretaris Dinas Pertanian yang sekaligus ditunjuk sebagai Plt Kepala Diperta Kabupaten Bondowoso ini.

Diakuinya, potensi lahan di Kabupaten Bondowoso yang cocok untuk ditanami pisang Cavendish ini sudah ada sekitar 200 Hektare dari kebutuhan total lahan 300 Hektare.

“Mulai dari Pujer, Jambeanom sampai ke daerah barat. Itu yang dataran tinggi. Bisa juga Kecamatan Tegalampel ke wilayah timur. Sisanya akan kita usahakan,” ungkap Hendri.

Dikarenakan masih pertama ditanam dan dikembangkan di Kabupaten Bondowoso, Hendri menyampaikan, bahwa pihak Dinas Pertanian dan pihak PT NSA menyediakan tim ahli dalam rangka melakukan pendampingan kepada petani.

“Ini orientasinya ekspor. Sementara bibit disediakan oleh pihak perusahaan,” jelasnya lagi.

Sementara, perwakilan PT NSA, Weli Sugiono menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung antusias Pemkab Bondowoso dalam mengembangkan pisang Cavendish. Dirinya menyatakan bahwa dibutuhkan lahan sekitar 300 Hektare lahan untuk bisa diekspor.

“Ketika sudah 300 hektar, baru bisa keluar satu kontainer dalam seminggu. Kalau sudah bisa ekspor, tidak bisa direm,” ungkapnya.

Pihak PT NSA berharap agar Pemkab Bondowoso dalam menanam pisang cavendish untuk diekspor harus diatur dengan baik, karena menurutnya, sepuluh bulan kedepan sudah ada pembelinya.

“Maka dari itu harus dipersiapkan betul-betul,” pungkasnya. (yudis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here