Terlalu Beresiko, Jalur Pendakian Gunung Piramid Ditutup

300
Gunung Piramid (foto: istimewa)

BONDOWOSO – Pasca hilangnya seorang pendaki puncak gunung piramid di kawasan pegunungan Hyang Argopuro dan ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa, jalur pendakian ditutup oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso.

Melalui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso, Kukuh Triatmoko mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendirikan portal di jalur pendakian gunung piramid.

“Agar masyarakat umum tidak bisa masuk sembarangan untuk mendaki gunung piramid. Karena sangat berbahaya bagi yang belum memiliki pengetahuan dasar mendaki gunung,” ucapnya di Pendopo, Senin (8/7/2019), usai evaluasi penyelamatan dan jalur pendakian gunung di Bondowoso.

Untuk sementara, dijelaskan Kukuh, pihaknya telah berkoordinasi dengan masyarakat setempat agar melarang siapa saja yang akan mendaki. Tentunya, untuk mengantisipasi jatuhnya korban lagi.

“Yang jaga mungkin bisa anggota karang taruna di desa setempat,” ujarnya.

Kedepan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Perhutani sebagai pemangku hutan untuk merumuskan regulasi pendakian gunugn piramid tersebut.

“Hasil evaluasi ini, akan diteruskan dengan pihak pemangku hutan dalam rangka merumuskan jalur pendakian itu,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh komandan tim (dantim) pencarian korban hilangnya pendaki di gunung piramid dari Wanadri, Eko Wahyu Prasetyo.

Dirinya mengamini bahwasanya jalur pendakian ke puncak gunung piramid tersebut memang berbahaya bagi pendaki yang masih minim ilmu pengetahuan tentang mendaki gunung.

“Jalur pendakian disana itu memang beresiko, seperti punggungan bukit memang hanya sejengkal alias sempit. Selain itu, mulai dari jalur pendakian bukit ini, kanan kiri sudah jurang,” pungkasnya. (yudis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here