Tingkatkan SAKIP, Pemkab Bondowoso Ngaji Virtual ke Pemkot Yogyakarta

26
Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat saat dikonfirmasi

BONDOWOSO – Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Pemerintah Kota Yogyakarta yang meraih predikat A, menjadi rujukan bagi Kabupaten Bondowoso yang masih meraih predikat BB, untuk belajar dan study banding.

Namun, karena dampak pandemi Covid-19, study banding yang dilakukan oleh Pemkab Bondowoso dilakukan secara video conference, yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Irwan Bachtiar, Selasa (21/7/2020) di aula Sabhabina I.

Wabup Irwan menjelaskan, prestasi yang berhasil ditorehkan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta, sehingga meraih predikat SAKIP A tersebut, didorong sejumlah terobosan yang sudah berhasil dilakukan salah satunya yakni inovasi pelayanan publik.

Sebagai contoh, lanjut Wabup Irwan, inovasinya di pelayanan publik, salah satu layanan yang terbukti berhasil dan menjadi unggulan di Pemerintah Kota Yogyakarta yakni Jogja Smart Service (JSS), yang menyuguhkan beragam aplikasi.

“Dari sana kita dituntut mampu menghadapi tantangan birokrasi yang semakin kompleks. Terutama imbas dari perkembangan teknologi informasi yang cukup pesat,” kata Wabup.

Ia menuturkan bahwa dari studi banding itu ada hal yang memang masih perlu disempurnakan oleh Pemkab Bondowoso. utamanya dalam pemanfaatan Informasi Teknologi (IT). Untuk itu pihaknya akan membangun smart city sebagaimana konsep yang dilakukan oleh Pemkot Yogyakarta.

“Dengan smart city semuanya terintegrasi, semuanya sistem IT, sistem komputer, ini yang mempercepat kinerja yang bisa membawa Bondowoso lebih maksimal. Konsep smart city ini akan dilakukan pada tahun 2021,” terangnya.

Sementara, Kepala Dinas Komunikasi, dan Informasi Bondowoso, Haeriyah Yuliati, menjelaskan, rencana smart city ini sebenarnya masuk dalam bagian Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE).

“Jadi, nantinya akan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam pelayanan dengan pemanfaatan teknologi. Itu menjadi salah satu bagian dalam penilaian SAKIP,” tuturnya.

Ia menerangkan, di Pemkot Yogyakarta sendiri, pelayanan di bidang kesehatan, kedarurtan, kepegawaian, kemasyarakatan telah berbasis elektronik. Karena itu harapan Bondowoso bisa mereplikasi hal itu pada tahun 2021 melalui smart city ini.

“Terkait smart city ini lebih kepada bagaimana kita menjembatani OPD memberikan pelayanan kepada masyarakat. Arahnya lebih kesana, kalau pun ada masyarakat yang belum terjangkau jaringan, OPD kan memiliki terobosan,” pungkasnya. (rzq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here