Tradisi Yadna Kasada di Gunung Bromo Digelar Tertutup Bagi Wisatawan

54

PROBOLINGGO – Suku Tengger yang berada di kawasan lereng gunung Bromo kabupaten Probolinggo, Jawa Timur memiliki tradisi tahunan, yakni Yadnya Kasada.

Namun, di tengah pandemi Covid-19, tradisi penobatan tokoh adat di pendapa agung Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura dan ritual sakral di kawasan kawah gunung Bromo, digelar berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Ritual sakral tahunan tetap digelar. Kalau resepsi dan penobatan tokoh, tidak ada,” tandas Supoyo ketua adat setempat, Kamis (11/6/2020).

Supoyo bersama Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo, Bambang Suprapto, menambahkan, gelaran Yadna Kasada tetap menerapkan protokoler kesehatan penanganan Covid-19.

“Mengingat situasi saat kini masih dalam program penanganan covid 19 maka tetap diterapkan protokol kesehatan dalam perayaan tersebut,” tambahnya.

Pihaknya juga melibatkan TNI dan Polri bersama keamanan adat, dalam mengadakan pemeriksaan identitas warga yang akan masuk ke lokasi ritual.

“Jika bukan masyarakat Tengger, maka diharapkan untuk kembali,” tegasnya.

Lebih lanjut dirinya menegaskan jika kawasan wisata TNBTS gunung Bromo, sampai saat ini tetap ditutup.

“Kawasan wisata TNBTS gunung Bromo tetap ditutup bagi para wisatawan domestik ataupun mancanegara, sehingga tidak bisa berkunjung dalam acara tersebut,” pesannya.

Dalam kesempatan ini Supoyo selaku tokoh adat dan tokoh agama masyarakat Tengger mengungkapkan, tradiai Yadnya Kasada tetap dilaksanakan tanggal 07 Juli 2020 dan semuanya masih tetap dikoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

“Perlu catatan khusus, masyarakat Tengger yang berada di kawasan lereng Bromo saja yang boleh ke lautan pasir, serta ke kawah gunung Bromo,” pungkasnya.

Seperti diketahui, suku Tengger di kawasan gunung Bromo berada di 4 wilayah kabupaten di sekitarnya. Yakni, Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Malang dan Lumajang. (agg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here