Wabup Bondowoso Dukung Pengembangan Pertanian Presisi Berbasis Teknologi

11
Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat saat dikonfirmasi di Wisma Wabup

BONDOWOSO – Perkembangan relasi teknologi sebagai wujud pencapaian intelejensi manusia dengan alam, telah membawa pertanian pada paradigma baru. Jika sebelumnya manusia bertani dengan bersentuhan langsung dengan alam, memahami pola-pola alam secara langsung, menggarap lahan dengan cara tradisional, sekarang teknologi menjadi tumpuan utama dalam pertanian.

Salah satu paradigma baru dalam pertanian adalah pertanian presisi yang berbasis teknologi. Hal ini merupakan konsep pertanian berbasis teknologi yang dalam pendekatannya bertumpu pada observasi dan pengukuran yang menghasilkan data untuk menentukan kegiatan kerja bercocok tanam yang efektif dan efisien.

Oleh sebab itu, Kementerian Desa PDTT saat ini mengembangkan sistem pertanian presisi berbasis teknologi yang dibreackdown kepada daerah-daerah yang memiliki potensi dalam sektor pertanian, seperti Bondowoso.

Melalui Direktur PSDLH Dirjen PDT Kementrian Desa PDTT, Dr Dwi Rudi Hartoyo menerangkan, pihaknya akan menerapkan sistem pertanian presisi berbasis teknologidi Kabupaten Bondowoso, pada tahun 2020 mendatang.

“Bondowoso relevan, karena potensi pertaniannya banyak untuk dijadikan model bahan evaluasi ke depan. Diharapkan, dari program ini nantinya dapat meningkatkan potensi pertanian dan akan turut menarik perhatian kaum muda untuk ikut serta menggeluti pertanian di daerahnya,” katanya.

Pengembangan sistem pertanian modern ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Wakil Bupati H Irwan Bachtiar Rahmat menyatakan jika program tersebut sangat bagus, apalagi dengan konsep menarik generasi muda untuk bertani.

“Sangat bagus. Karena mampu mangajak generasi muda terjun ke dalam dunia pertanian dengan konsep petani modern untuk meningkatkan produktivitas dan memberdayai desa utamanya,” ujar Wabup kepada beberapa media di Wisma Wakil Bupati Bondowoso Kamis, (7/10/2019).

Untuk itu, Wabup Irwan ingin mengkolaborasikan program dari Kementrian Desa tersebut dengan pemerintah setempat.

“Nanti akan disiapkan beberapa pegiat pertanian terutama para stakeholder untuk berkolaborasi, yang nantinya akan menggalakkannya dan untuk menarik minat generasi muda terjun kedalam sektor pertanian juga perkebunan,” tambahnya.

Wabup berharap, jika proogram ini berhasil menjadi pilot project, maka dirinya siap untuk mereplikasi pada seluruh desa yang ada di Kabupaten Bondowoso. “Tentunya kami akan mereplikasikan sistem ini ke semua desa,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pembangunan Pemerintah Daerah (Bappeda) Kabupaten Bondowoso, Dra Farida mengatakan, untuk desa yang dijadikan lokasi, akan segera dibicarakan.

“Untuk pulau Jawa itu ada satu lokus yang akan dilaksanakan oleh Kemendes, dan alhamdulillah Bondowoso ini terpilih sebagai lokus untuk pengembangan pertanian persis teknologi,” katanya. (rizqi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here