Wabup Irwan Berikan Edukasi Pentingnya Vaksinasi Bagi Pelajar

3
Wakil Bupati Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat meninjau vaksinasi dosis kedua siswa SMA Negeri 2 Bondowoso

BONDOWOSO – Wakil Bupati Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat terus memberikan edukasi tentang pentingnya vaksinasi bagi para pelajar. Menurutnya, penggunaan vaksin bertujuan untuk mengurangi dampak buruk dari infeksi virus yang terjadi.

“Hal ini dapat terjadi karena sistem tubuh sudah mengenali virus terlebih dahulu sehingga respons tubuh terhadap infeksi virus akan lebih cepat. Perbedaan mendasar pembentukan antibodi dengan vaksinasi dan infeksi virus secara alami, yaitu pada pengawasan dan kontrol yang ketat dalam pemberian vaksinasi,” katanya usai meninjau vaksinasi dosis kedua siswa SMA Negeri 2 Bondowoso, Sabtu (28/8/2021).

Tujuan utama vaksin adalah pembentukan herd immunity. Anak-anak maupun remaja, kata Irwan, juga termasuk kelompok yang rentan terkena Covid-19. Adanya mutasi Covid-19 varian delta menyebabkan tingkat risiko penularan Covid-19 meningkat.

“Sebagian besar remaja mengalami Covid-19 tanpa gejala sehingga menjadi sumber penularan. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya pasien Covid-19 klaster keluarga,” jelas Wabup Irwan.

Melihat kondisi saat ini pemberian vaksin terhadap remaja penting untuk dilakukan. Efikasi dan profil keamanan Sinovac terhadap usia anak anak remaja tidak berbeda makna dengan efikasi dan profil keamanan pada usia di atas 18 tahun.

“Melihat profil risiko dan keamanan maka pemerintah merekomendasikan penggunaan Sinovac pada usia 12-17 tahun. Penggunaan vaksin ini juga termasuk untuk anak-anak berkebutuhan khusus atau difabel,” imbuh Irwan.

Di Kabupaten Bondowoso, lanjut Irwan, yang menjadi pekerjaan rumah adalah bagaimana memberikan edukasi kepada orangtua agar mengajak putera-puterinya yang masih duduk di bangku SMP untuk vaksin.

“Kalau tingkat SMA sederajat, rata-rata 95 persen sudah melakukan vaksinasi. Kalau SMP ini masih rendah, ini jadi PR kita. Kalau SMA kan sudah menjadi kewenangan Jawa Timur, edukasinya lebih mudah,” ungkap Irwan di aula SMA Negeri 2 Bondowoso.

Menurut Wabup Irwan, vaksinasi pelajar di tingkatan SMA/SMK di Bondowoso memang terbilang tinggi. Kendati setiap akan melakukan vaksinasi harus tetap mendapatkan ijin dari orang tua.

“Artinya, kesadaran orang tua ataupun pelajar itu sendiri juga tinggi untuk vaksinasi. Bahkan, banyak pelajar SMA/SMK yang justru mengedukasi orang tuanya agar turut divaksin. Ini kan bagus untuk saling mengedukasi,” terangnya.

Kendati demikian, lanjut Wabup, meskipun 95 persen pelajar SMA/SMK di Bondowoso sudah divaksin, untuk Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tetap menggunakan sistem 50 persen.

“Kita tetap mengikuti aturan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 sebagaimana dalam Imendagri nomer 35. PTM tetap mengedepankan protokoler kesehatan yang ketat dan siswa dibatasi 50 persen saja,” tukasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala SMA Negeri 2 Bondowoso, Jarimin menerangkan, bahwa selain pelajar. Pihaknya memastikan seluruh warga sekolah mulai dari guru, staf Tata Usaha (TU) dan warga sekolah lainnya telah divaksin.

“Saat sekitar 800 an pelajar sudah vaksin dosis kedua. Dari total 900an pelajar di sekolah ini, 95 persen di antaranya telah selesai divaksin. Sementara sisanya, yang hanya sekitar 5 persen belum divaksin karena sakit, ada juga yang merupakan penyintas,” pungkasnya.

Informasi dihimpun, untuk vaksinasi di SMADA ada 800 dosis sinovac dosis kedua. Selain pelajar sekolah tersebut, juga ada 50 pelajar dari SMA Negeri 3 Bondowoso, serta beberapa masyarakat umum. (rzq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here