Wabup Irwan : Masyarakat Harus Bijak Sikapi Isu Penculikan Anak

15
Wakil Bupati Bondowoso H Irwan Bachtiar Rahmat saat dikonfirmasi oleh beberapa awak media

BONDOWOSO – Menanggapi maraknya isu penculikan anak di berbagai wilayah yang kian viral di media, Wakil Bupati Bondowoso, H Irwan Bachtiar Rahmat mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak main hakim sendiri.

Hal tersebut dilontarkan menanggapi adanya aksi main hakim sendiri atas kejadian yang menimpa orang yang mempunyai gangguan jiwa, di wilayah Kecamatan Wonosari beberapa waktu lalu.

“Kami prihatin melihat kejadian itu. Akibat dari isu penculikan anak, sampai-sampai ada aksi pengeroyokan kepada orang yang memiliki gangguan jiwa. Ini perlu disikapi dan masyarakat harus bijak dalam mengambil tindakan,” katanya Selasa (25/2/2020).

Menyikapi ramainya pemberitaan di media sosial, sambung Irwan, masyarakat juga diimbau untuk banyak ‘tabayyun’ (Klarifikasi,red) dan bijak dalam mengambil tindakan.

“Jangan main hakim sendiri. Libatkan pihak yang berwajib agar tidak salah mengambil tindakan,” pesannya.

Kendati demikian, sebagai upaya antisipasi aksi penculikan anak, dirinya sebagai Wakil Bupati Bondowoso terus memberikan dorongan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), untuk memberikan himbauan dan mensosialisasikan maraknya isu penculikan anak ke sekolah-sekolah.

“Warga sekolah, dan pihak keluarga (orangtua) pelajar harus meningkatkan kewaspadaan. Semuanya harus bersinergi dengan pihak sekolah, pengawasan para guru, yang nanti metode penjemputan itu juga diatur, kalau orang yang jemput tidak ada hubungan kekeluargaan, ya tak boleh,” kata Wabup Irwan.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso menyampaikan surat edaran ke seluruh jenjang pendidikan setingkat PAUD, TK, SD, hingga SMP untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap adanya kemungkinan penculikan peserta didik.

Dalam surat edaran itu, disampaikan empat langkah-langkah antisipatis, diantaranya yakni, meningkatkan kewaspadaan terhadap adanya kemungkinan penculikan peserta didik, dengan cara memastikan yang mengantar dan menjemput peserta didik ke sekolah adalah orang tua/wali/keluarga yang sudah dikenali oleh sekolah

Kemudian, apabila yang menjemput bukan orang tua, wali, keluarga dan tidak dikenali oleh sekolah, maka peserta didik tetap berada di sekolah dan kepala
sekolah segera menghubungi orang tual, wali, keluarga peserta didik dimaksud agar menjemput.

Serta membatasi peserta didik ke luar lingkungan/area sekolah pada saat jam istirahat, termasuk untuk kepentingan membeli jajanan di luar sekolah. Dan kantin sekolah perlu menyediakan makanan dan minuman peserta didik yang sehat dan higienis, disamping untuk kesehatan peserta didik, juga untuk menghidari adanya penculikan dengan kedok penjual jajanan. (rzq/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here