Wagub Jatim Tinjau Lahan Relokasi dan Evaluasi Penanganan Banjir Ijen

213
Wakil Gubernut Jawa Timur Emil Dardak saat meninjau lahan relokasi warga bersama Kepala BPBD, Kabag AP, Kapolres, dan Camat Ijen

BONDOWOSO – Menindaklanjuti penanganan pasca banjir kedua di Kecamatan Ijen, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak mewakili Gubernur Jatim, meninjau langsung lahan yang akan dijadikan tempat relokasi warga terdampak banjir bandang, Rabu (18/3/2020).

“Saya diutus oleh ibu Gubernur untuk menindaklanjuti banjir bandang kedua di Kecamatan Ijen. Kita ingin mempercepat proses relokasi warga dan menyerahkan bantuan kepada korban bencana banjir,” terangnya.

Selain meninjau lokasi petak 103 milik Perhutani yang akan dijadikan lahan relokasi, Emil Dardak yang ditemani oleh Wakil Bupati Bondowoso, H Irwan Bachtiar, juga meninjau langsung bangunan SDN Sempol 1 yang tertutup material lumpur dan pasir setinggi 1,5 meter.

Setelahnya, Wagub bersama rombongan dari Pemprov Jatim dan Forkopimda Bondowoso, menggelar evaluasi dan koordinasi beberapa usulan bantuan penanganan bencana jangka panjang dan jangka pendek, di aula Kecamatan Ijen.

Adapun usulan bantuan yang diperlukan pasca banjir diantaranya, dropping air bersih di 4 desa (8 dusun). Perbaikan prasarana perpipaan air minum, perbaikan MCK umum, perbaikan kantor kecamatan, perbaikan sekolah, normalisasi sungai, pembuatan dam pengendali banjir, relokasi sekolah dan penghijauan.

“Untuk permasalahan air bersih dan perpipaan air minum, bisa diatasi. Untuk sekolah nantinya harus difikirkan proses belajar mengajar siswa usai libur dan gedung sekolah akan direlokasi ke lahan milik PTPN XII,” ujarnya.

Didampingi Wakil Bupati Bondowoso, Wagub Jawa Timur Emil Dardak meninjau langsung kondisi SDN Sempol 1 yang terdampak banjir bandang

Untuk usulan bantuan jangka panjang, normalisasi sungai, pembuatan dam pengendali banjir, Wagub menginginkan ada perencanaan yang matang. Tentunya, normalisasi bisa dilakukan setelah warga di bantaran sungai direlokasi terlebih dahulu.

“Mungkin perlu ada kajian teknis yang detail terkait upaya normalisasi dan pembuatan dam pengendali banjir. Oleh karena itu, harus ada upaya dari hulu ke hilir. Jadi kami menginginkan usulan ini dikaji secara teknis dulu dengan melibatkan BPDAS,” jelasnya.

Sementara, Wakil Bupati Bondowoso H Irwan Bachtiar menjelaskan jika saat ini ada rencana untuk melakukan pembangunan kanal banjir dari hulu hingga hilir.

“Dalam pembangunan jangka pendek, selain normalisasi kita akan membangun 5 cek dam, sebagai antisipasi jika ada banjir susulan. Untuk itu, saya meminta Sekda untuk terus berkoordinasi dengan BPDAS,” kata Wabup.

Hal tersebut dikuatkan oleh pernyataan Plt Kepala Dinas PUPR, Munandar. Dirinya menjelaskan jika sebelumnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah melakukan normalisasi dan pembangunan bronjong dari dana Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Untuk penanganan banjir bandang pertama, sampai hari Jumat (13/3/2020) normalisasi yang kami lakukan sudah mencapai 70 persen dari anggaran BTT. Saat ini kami melanjutkan pengerukan dengan menghabiskan sisa anggaran dana BTT awal,” paparnya.

Untuk pembangunan dam pengendali banjir, Dinas PUPR sudah berkoordinasi dengan BPDAS (Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai). Munandar menerangkan jika saat ini sudah ada kesepakatan bersama persetujuan pembangunan dam pengendali banjir.

“Harus ada Sodetan,artinya harus ada pembangunan dari hulu dan hilir. Jadi ada keseimbangan penanganan banjir di Kecamatan Ijen. Dan kemarin dari BPDAS sudah survey ke lokasi,” ungkapnya. (rizqi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here