Wahyudi Widodo, Atlet Asal Bondowoso yang Raih Perak di PON XX Papua

72

BONDOWOSO – Atlet Paramotor asal Kabupaten Bondowoso, Wahyudi Widodo berhasil meraih medali perak pada ekshibisi paramotor di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

Dijelaskan pria yang akrab disapa Pak Wah ini, dirinya mengikuti ekshibisi paramotor dengan kategori ekonomi. Menurutnya, pada kategori ini, atlet dituntut melayang selama mungkin di udara dengan bahan bakar 1,5 liter.

“Kalau bahasa saya lama-lamaan di udara. Semua atlet diminta melayang di udara. Siapa yang paling lama, itu pemenangnya,” jelasnya, Selasa (19/10/2021), di kediamannya.

Dikatakannya lagi, kategori yang dia ikuti tersebut kedengarannya sangat mudah. Namun menurut Pak Wah, praktiknya memang tidak mudah.

“Karena butuh ketenangan, membaca medan dan banyak faktor di situ,” ungkapnya.

Namun demikian, dia berangkat sebagai kontingen Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Dia mewakili Sulteng mendapatkan rekomendasi secara resmi dari pengurus Paramotor Jawa Timur (Jatim).

“Saya juga pamit baik-baik dan minta doa restu ke KONI Bondowoso. Bukan minta sangu loh ya,” jelas Pak Wah seraya bercanda dengan gaya khasnya.

Bahkan, dirinya menjelaskan mengapa harus membela Sulteng pada PON XX di Papua ini. Menurutnya, di tingkat Provinsi Jatim dia menduduki peringkat kelima.

Sementara, setiap Provinsi hanya diwakili oleh dua orang. Dengan begitu, secara otomatis dia hanya menjadi cadangan.Sementara peringkat itu berdasarkan poin yang diperoleh pada kejuaraan nasional, diakumulasi dan diranking.

Selain itu, Pak Wah juga pernah tidak ikut dalam kejuaraan yang di Banten, otomatis itu mengurangi poinnya.

“Peringkat satu dan dua di Jatim ini pelatih saya. Yang ketiga orang Malang tetapi diambil Papua. Keempat dan saya di posisi kelima diminta Sulteng,” paparnya.

Tawaran untuk mewakili Sulteng itu, diakui Pak Wah, merupakan kesempatan emas bagi dirinya agar visa tampil di PON XX Papua.

Namun, keberangkatannya tersebut sudah melalui pertimbangan dan bukan tanpa alasan.

“Saya mau memotivasi atlet muda di Bondowoso. Kalau saya tidak ‘membelot’, dalam tanda kutip ya. Mungkin selamanya saya tidak bisa tampil di PON. Karena saya masuk cadangan di Jatim. Juga untuk menambah pengalaman dan jam terbang,” pungkasnya. (Yudis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here