Wakili Kecamatan Gending, Desa Bulang Jadi Desa Tangguh Covid-19

67

PROBOLINGGO – Desa Bulang Acara  Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo, dikukuhkan sebagai Desa Tangguh Covid-19. Pengukuhan itu digelar, Jumat (12/6/2020) di balai desa setempat.

Tampak hadir dalam acara tersebut anggota DPR RI dari Partai Nasdem, Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo, Wakapolres, Kasdim 0820 dan pejabat lainnya.

Kepala Desa Bulang, yang akrab dipanggil Cak Hasan dalam sambutannya menyampaiakan, acara peresmian ini merupakan kebanggaan bersama dikarenakan Desa Bulang bisa mewakili Kecamatan Gending sebagai Desa Tangguh Covid-19.

Cak Hasan menjelaskan, dalam menghadapi wabah Covid-19 ini, pihaknya selalu mengikuti anjuran dan arahan Ibu Bupati Probolinggo dan Ibu Camat Gending.

“Kami bersama Babinkantibmas selalu memberikan himbauan kepada masyarakat Desa Bulang khususnya. Tidak hanya itu, beberapa perusahaan kami datangi, kami himbau demi keselamatan bersama, karena itu adalah tujuan kami,” paparnya.

Desa tangguh tersebut mendapat dukungan dari semua pihak, tokoh masyarakat, Karang Taruna dan elemen masyarakat lainnya.

“Terkait kesehatan cek poin, alhamdulilah kami tidak pernah kesulitan. Dan kami di dukung oleh Karang Taruna serta Linmas untuk berjaga tiap malam dan tiap hari. Hingga saat ini yang di karantina hanya 3 orang dan tidak ada yang reaktif, semuanya selamat,” imbuhnya.

Tak hanya itu, sebagai cadangan pangan, desa yang dinakhodai oleh Cak Hasan ini, tidak kesulitan. Pasalnya, sejak tahun 2016 ada donatur tetap yang menyediakan persediaan pangan.

“Kemudian data dari lumbung pangan, kami tiap bulan sejak tahun 2016 mempunyai donatur tetap. Sebanyak 80 bungkus yang di berikan pada warga tiap bulannya berupa 5kg beras, gula 1kg dan mie instan,” lanjutnya.

Ketersediaan pangan ini, lanjutnya, menjadi alternatif bagi masyarakat selama pandemi Covid-19. Jadi selama wabah covid-19 ini, warga tidak gelisah untuk keluar.

“Ditambah lagi adanya bantuan dari pihak ketiga yang memberikan pekerjaan pada warga Desa Bulang, yakni pengolahan kayu balsa (limbah) menjadi bahan eksport. Dimana warga punya pemasukan sekitar 60-70 ribu per harinya,” pungkasnya. (agg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here