Wakili Plt Kepala BKD, Sekda Bondowoso Meminta Maaf

29
Sekda Bondowoso, Syaifullah saat menemui danmeminta maaf kepada para Kades serta perangkatnya di gedung DPRD Bondowoso (foto:yudhistira/bharata.co.id)

BONDOWOSO – Tidak ditemuinya ratusan Kepala Desa (Kades) yang tergabung dalam Sentra Komunikasi Aliansi Kepala Desa (SKAK), saat menggelar aksi di depan halaman Pemkab Bondowoso, oleh Bupati KH Salwa Arifin dan Sekda, akhinrnya aksi damai berlanjut ke gedung DPRD, Selasa (8/10/2019).

Di hadapan pimpinan DPRD, Ketua SKAK, Sutrisno, menyebut statement Plt Kepala BKD Bondowoso mengada-ada, jika rekrutmen Sekretaris Desa (Sekdes) tidak dibatasi oleh umur serta ditunjuk oleh BPD.

Mereka yang datang dengan damai, ditemui langsung oleh Ketua DPRD Bondowoso, Ahmad Dhafir dan Wakil Ketua Sinung Sudrajat bersama Ketua Fraksi PKB, Tohari, serta beberapa anggota DPRD.

Menurut Ketua DPRD, Ahmad Dhafir mengatakan sangat prihatin dengan keadaan yang selama ini tenang dan kondusif, tiba-tiba gaduh lantaran pernyataan dari seorang pejabat.

“Saya sangat menyayangkan statemen dari Plt Kepala BKD yang menyatakan bahwa desa bukan termasuk bagian pemerintahan, saya kira dia (Plt Kepala BKD, red) lupa baca undang-undangnya,” ujarnya diamini oleh seluruh peserta aksi.

Sementara, Sekda Bondowoso, Syaifullah, yang hadir di gedung DPRD menjawab tuntutan para Kades dan perangkat desa. Dirinya mengatakan, bahwa dirinya mewakili Plt Kepala BKD meminta maaf atas kegaduhan lantaran statement Ahmad Prayitno.

“Saya sebagai Sekda Bondowoso, meminta maaf atas pernyataan dari saudara Ahmad Prayitno. Saya juga menyatakan bahwa, Pemdes adalah bagian dari pemerintah daerah,” pungkasnya. (yudis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here