Warga Terpaksa Jual Pakan Ternak Bantuan Pemerintah

Program BEKERJA Kementan Disinyalir Gagal

440
Para pengepul saat mengangkut pakan ternak ayam joper milik warga yang terpaksa dijual, karena ayambantuan dari pemerintah mayoritas mati

BONDOWOSO – Bantuan program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera atau yang bisa disebut BEKERJA dari Kementerian Pertanian yang dilaunching di Desa Sumber Wringin, Kecamatan Sumber Wringin, Kabupaten Bondowoso pada Mei 2018 kemarin, nampaknya gagal.

Pasalnya, sampai saat ini ayam jowo super (Joper) yang disalurkan oleh Kementan kepada Rumah Tangga Miskin (RTM) kebanyakan yang mati. Bahkan, janji pemerintah untuk mengganti ayam joper yang mati, hingga kini belum terealisasi.

Ironisnya lagi, Rumah Tangga Miskin (RTM) yang menerima bantuan tersebut, terkesan putus asa menunggu janji pemerintah yang bakal mengganti ayam joper yang mati. Sehingga, masyarakat penerima bantuan menjual pakan ternak yang diberikan pemerintah kepada pengusaha ayam pedaging dan ayam petelur.

Dilematis memang, jika melihat kondisi yang sebenarnya di lapangan. Dari 25 desa yang tersebar di Kecamatan Binakal, Sumberwiringin dan Grujugan Kabupaten Bondowoso, sebagian besar RTM penerima bantuan di Desa Sumber Wringin, kini menjual pakan ternaknya seharga Rp100-150 ribu per saknya (50 Kg).

Menurut Ma’il, warga RT 8/01, Dusun Suko Sumber Selatan, Desa Sumber Wringin yang memilih untuk menjual pakan ternaknya dengan alasan kebutuhan ekonomi.

“Saya terpaksa menjual pakan ayam, karena sampai saat ini ayam yang diberikan pemerintah sebanyak 50 ekor, mati semua dan hanya tinggal 5 ekor saja. Karena tidak mendapat gantinya, ya mending pakan ayamnya kami jual, untuk biaya kebutuhan sehari-hari,” terangnya, Sabtu (8/12/2018).

Hal senada juga dikatakan oleh P No Semalin warga RT15/04 Desa Rejoagung. Dirinya mengaku terpaksa menjual pakan ternak bantuan dari pemerintah karena sejak 3 hari setelah pendistribusian, ayam joper miliknya mati semua tanpa tersisa.

“Kami terpaksa menjual pakan ternak tersebut. Karena ayam bantuan dari pemerintah mati semua dan sampai saat ini belum gantinya,” terangnya.

Perlu diketahui, pendistribusian aam joper ini menjadi tanggung jawab Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari. Menurut Asdiana Dewi, dari BBI Singosari yang merupakan kepanjangan tangan dari Kementan yang diposisikan ke Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan mengatakan, bantuan ini sejatinya untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin.

“Kita memberikan ayam, kandang, obat dan pakannya, agar bisa dipelihara dengan baik, berkembang, sehingga ayam jowo super yang kita berikan bisa bertelur, sebagian untuk dikonsumsi, dan sebagian dijual dan dikembangbiakkan,” katanya, Kamis (4/10/2018) lalu.

Sasaran Program BEKERJA di Bondowoso difokuskan pada satu wilayah penduduk miskin yang dikelompokkan dalam 3 klaster. Setiap klaster, penduduk miskin berjumlah 5 hingga 10 ribu dengan pengawasan dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bondowoso.

“Karena ini merupakan arahan Presiden Joko Widodo. Dimana memproyeksikan program BEKERJA ini agar bisa mengurangi kemiskinan di Indonesia, maka untuk pengawasannya kita libatkan pemerintah setempat (Dinas pertanian dan Peternakan), dari pendamping desa, PKH, dan pemerintah desa,” kata Asdiana

Sementara, pihak Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bondowoso menjelaskan jika dalam hal ini, pihaknya hanya mendapat tugas pendampingan saja bersama tim dari Dinas Sosial dan Kodim. Sehingga, belum bisa mengambil langkah sebelum ada evaluasi menyeluruh tentang bantuan program BEKERJA.

Di Bondowoso, program BEKERJA menyasar 12.915 rumah tangga miskin yang tersebar di 25 desa di 3 kecamatan. Dimana, bantuan yang diberikan diantaranya, bantuan kandang ternak ayam dan kambing, bantuan optimalisasi lahan pekarangan berupa bibi kopi, durian dan sayuran.

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman , saat melaunching program BEKERJA, di Dusun Legen, Desa Sumber Wringin, Akhir bulan Mei 2018 lalu

Menurut Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman , saat launching program BEKERJA, di Dusun Legen, Desa Sumber Wringin, Selasa (22/5/2018) lalu, program ini diproyeksikan bisa mengurangi kemiskinan di Indonesia, hingga mencapai di bawah 10 persen pada tahun 2018 ini.

Sasaran Program BEKERJA di Bondowoso difokuskan pada satu wilayah penduduk miskin yang dikelompokkan dalam 3 klaster. Setiap klaster, penduduk miskin berjumlah 5 hingga 10 ribu. Solusi jangka pendeknya melalui bantuan bibit ayam petelur berumur dua bulan beserta kandang dan pakan.

Berdasarkan data dari BKKBN, sebanyak 152.348 rumah tangga di Bondowoso masuk kategori pra sejahtera, sedangkan rumah tangga yang bergerak di bidang pertanian 91.947, yaitu 60 persen dari total rumah tangga pra sejahtera. Mereka tersebar di 3 kecamatan dan 25 desa. (rizqi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here