Waspada, Gunung Raung Kembali Bergemuruh

67
Kepulan abu vulkanik di puncak Gunung Raung pada 17 Juli 2020 (foto : istimewa)

BONDOWOSO – Gunung Raung yang berada di perbatasan Kabupaten Bondowoso, Banyuwangi dan Jember, kembali bergemuruh dan mengeluarkan kepulan abu vulkanik sejak 16-17 Juli 2020.

Data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso, aktivitas vulkanik Gunung Raung baik secara data pengamatan visual dan kegempaan, mulai menunjukkan peningkatan, dan dinaikkan dari level I (Normal) menjadi level II (Waspada), sejak tanggal 17 Juli 2020, pukul 14:00 WIB.

“Saat ini, sebaran material dari hembusan abu pada 16 dan 17 Juli 2020 masih berada di sekitar kawah puncak Gunung Raung. Namun, sebaran abu dapat terbawa ke daerah yang lebih jauh, tergantung arah dan kecepatan angin,” kata Kepala Pelaksana BPBD setempat, melalui Sekretarisnya, Adi Sunaryadi, Jumat (17/7/2020).

Menurut catatan PVMBG, lanjut Adi Sunaryadi, tanggal 17 Juli 2020, erupsi masih terjadi sebanyak 26 kali, menghasilkan kolom abu berwarna coklat dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 50 – 200 m di atas puncak/kawah.

“Jumlah hembusan dan gempa terus meningkat sejak tanggal 16 Juli 2020 dan diikuti oleh kemunculan tremor non-harmonik dan gempa letusan. Pada 17 Juli 2020, hingga pukul 06.00 WIB terekam 26 kali Gempa Letusan dan 20 getaran tremor non-harmonik,” urai Adi, melalui rilisnya kepada Media ini.

Tinggi kolom hembusan gas/abu dan warna kolom hembusan mulai mengalami perubahan pada 16 Juli 2020. Warna kolom hembusan mengindikasikan adanya material abu yang terbawa ke permukaan.

“Jumlah gempa hembusan mengalami kenaikkan dan diikuti oleh kemunculan jenis gempa vulkanik lainnya (tremor dan letusan), sehingga mengindikasikan adanya suplai magma dari kedalaman di bawah kawah puncak Gunung Raung.

Menanggapi status gunung setinggi 3.300 Mdpl tersebut, BPBD Bondowoso mengimbau agar semua aktivitas warga di radius 2 Km dari puncak, dihentikan.

“Dalam tingkat aktivitas Level II (Waspada), kami mengimbau dan tegaskan agar masyarakat, pengunjung, dan wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius 2 Km dari kawah puncak Gunung Raung,” imbaunya.

Sebagai bentuk antisipasi terjadinya letusan dan naiknya level Gunung Raung, saat ini Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBd Bondowoso terus memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar dan terus waspada.

“Saat ini TRC meningkatkan kewaspadaan untuk menjaga berbagai kemungkinan, seperti persiapan logistik dan evakuasi warga apabila terjadi bencana letusan Gunung Raung,” pungkasnya.

Perlu diketahui, PVMBG sebelumnya telah melakukan visualisasi perubahan kateristik dan gempa yang terjadi di Gunung Raung. Sejak 1 Januari hingga 16 Juli 2020 pukul 10.00 WIB, didominasi oleh gempa tektonik jauh, tektonik lokal,

Satu kali gempa terasa pada tanggal 19 Maret 2020 serta beberapa kali gempa hembusan sejak tanggal 13 Juli 2020. Jumlah gempa hembusan terus meningkat sejak tanggal 16 Juli 2020 pukul 10.52 WIB, dan diikuti oleh kemunculan tremor non-harmonik dan gempa letusan.

Sebelumnya tahun 2015 terjadi erupsi besar Gunung Raung disertai dengan gempa tremor dengan amplitudo 29 milimeter hingga 32 milimeter. Erupsi kala itu juga mengakibatkan hujan abu di wilayah Banyuwangi hingga ke daerah yang berjarak 30 km dari Gunung Raung. (rzq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here