Zona Orange, Begini Sistem Belajar di Kota Probolinggo

17
Kepala Dinas Pendidikan (Diknas ) Kota Probolinggo, Drs Moch Maskur MPd

PROBOLINGGO – Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Probolinggo, Drs Moch Maskur MPd, memberi penjelasan tentang sistem pengajaran di sekolah negeri dan yang berada dalam naungan Diknas, pada musim ajaran baru yang akan dimulai pada tanggal 13 juli 2020 nanti.

Menurutnya, sesuai dengan kesepakatan Mendiknas, Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri, ada beberapa kategori sistem belajar mengajar di sekolah yang disesuaikan dengan warna zona keadaan wabah penyakit corona di masing-masing wilayah pemerintahan kota/ kabupaten setempat.

“Bahwa untuk zona hijau, dimungkinkan untuk mengadakan belajar mengajar bertatap muka siswa dengan guru dalam kelas masing-masing. Namun masih dalam koridor protokol pencegahan Covid-19, seperti memakai masker, cuci tangan maupun jaga jarak,” kata Moch Maskur, Kamis (9/7/2020).

Saat ini di wilayah Kota Probolinggo masih berada di zona orange, sehingga nantinya hanya siswa baru saja yang masuk sekolah selama tiga jam dan cuman sehari saja. Selanjutnya siswa baru akan belajar dari rumah masing-masing dengan panduan guru kelas masing-masing.

“Sementara untuk yang kelas dua dan selanjutnya, tetap belajar di rumah masing-masing. Siswa baru diperkenankan masuk sekolah untuk berkenalan dengan guru, lingkungan sekolah dan buku mata pelajaran yang akan dipergunakan nantinya. Juga sebagai awal panduan dalam proses belajar mengajar di sekolah dalam situasi pandemi wabah covid-19 ini,” pungkasnya. (agg)

Siswa Baru Bakal Disubsidi Paket Internet

KEPALA Dinas Pendidikan (Diknas ) Kota Probolinggo, Drs Moch Maskur MPd, menyampaikan, semenjak bulan April 2020 ini, Diknas Kota Probolinggo menjalankan program subsidi paket internet siswa di lingkungan lembaga sekolah negeri baik SD maupun SMP.

“Rencananya untuk siswa baru juga bakalan mendapatkan subsidi paket internet sebesar Rp50 ribu per siswa dan per bulan, untuk membantu proses belajar mengajar selama masa pandemi corona ini,” jelas Maskur.

Di Kota Probolinggo sendiri terdata sebanyak 4.000 siswa baru selama tahun 2020 ini, dimana 1.900 siswa baru yang masuk dalam lembaga sekolah negeri dan 2.100 siswa baru berada di lingkungan lembaga pendidikan swasta.

“Nantinya yang bakal mendapatkan subsidi paket data internet tentunya yang berada di lembaga sekolah negeri sedangkan lembaga pendidikan swasta bersifat lebih mandiri dan punya kewenangan sendiri,” imbuh Maskur.

Bagi murid kelas dua dan seterusnya tetap mendapatkan subsidi paket data internet. Namun itu siswa SD dan SMP saja. Untuk tingkat SMA kewenangan ada di pihak Provinsi Jawa Timur. (agg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here